Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. I'm back to my blog๐
Februari 2022 baru bisa bercerita lagi disini, alhamdulillah.
Oh iya semoga temen-temen dalam keadaan baik dan terima kasih sudah berkunjung kesini yaa, apalagi sudah baca postingan yang sebelumnya juga๐๐
Hari ini, ada bahasan apa ya???
Jadi, aku sempet search iseng di google soal literasi karena melihat banyak banget penduduk Indonesia (ceileh penduduk wkwk) yang dekat dengan handphone, laptop dan sejenisnya.
So, gak heran lagi kalau dimana pun berada, pemandangan menunduk kebawah sewaktu berjalan atau bahkan duduk sembari memandang gadget masing-masing, sangat mudah ditemui.
Hal ini sebenernya gak sepenuhnya salah, hanya saja dengan adanya fasilitas sebegitu lengkap harusnya sih literasi tumbuh dengan baik, kan ya?
Oke, kita coba share tipis-tipis ya hehee
Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. (google)
hmm.. masih jauh banget ya. Padahal sumber literasi sudah ada dalam genggaman. Hanya 'mau atau tidak' untuk mencarinya yaitu salah satunya dengan membaca.
Btw, kalian tahu gak kalo UNESCO itu udah menetapkan standar membaca loh!
"UNESCO telah menetapkan standar membaca buku yang sebaiknya dilakukan minimal 4-6 jam perhari. Sementara itu di kebanyakan negara maju, kebiasaan membaca buku rata-rata dilakukan selama 6-8 jam perhari. (google)
Hayoo.. kalian udah baca buku apa hari ini?hehee
Sesuai dengan tema blog yaitu Readathon. Sebelumnya, ada yang tahu apa itu readhaton???
Readathon merupakan salah satu jenis kegiatan literasi sekolah. Secara etimologis, istilah readathon berasal dari dua kata, yaitu kata read (membaca) dan marathon (lari jarak jauh). Secara semantis leksikal, readathon bisa berarti membaca bersama-sama dalam jangka waktu tertentu tanpa berhenti. (google)
Kegiatan readathon, menurutku bisa menjadi salah satu upaya menggerakkan rutin membaca bahkan bisa dilakukan setiap hari jika sudah terbiasa๐
Tapi, di negara kita apalagi serba digital begini, masih minim minat membaca:( Gadget biasanya menjadi sasaran bermedia sosial semata atau alat berkomunikasi saja, kalaupun ada buku secara fisik mungkin jarang sekali untuk dibaca hehee
Mungkin ada beberapa poin yang menjadi alasan seseorang sulit untuk membiasakan membaca, ntah karena kesulitan membagi waktu, mudah bosan, sulit konsisten dan akhirnya mager buat baca lagi wkwkwkk
Literasi yang tinggi pun gak bisa juga dilihat kalo cuman dari banyaknya perpustakaan yang didirikan,
Tapi, bagaimana hasil dari membaca itu bisa membuat masyarakat melek akan informasi akurat dan tentunya wawasan menjadi bertambah. Hal ini juga akan membuat banyak inovasi, informasi, gaya hidup, etika, dan semuanya menjadi lebih terarah.
Bisa banget nih buat cari tahu sekaligus nambah ilmu lagi soal gimana caranya untuk bisa melakukan readathon dengan konsisten?
Kalo susah ngertiinnya, readathon itu ibaratnya cara untuk membiasakan membaca guyss. Oke, disini aku punya beberapa gambaran (dari hasil searching tentunya๐) soal budaya membaca negara-negara maju! let's read now....
1. Budaya Membaca di Finlandia
Siapa sih yang gak pernah denger negara ini? Pendidikan yang oke banget kualitasnya plus fasilitasnya lebih oke juga๐.
Budaya membaca di Finlandia pun diajarkan melalui cerita/dongeng sebelum tidur. Nah, kebayangkan kalo bercerita itu layaknya sedang mengajarkan pada si anak sejak dini untuk membaca, karena anak akan melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Perpustakaannya juga menyediakan buku anak-anak lebih banyak dibandingkan buku lainnya. Rata-rata film berbahasa asing juga banyak ditayangkan sehingga anak akan membaca subtitlenya. Terakhir, di sekolah memiliki kewajiban untuk menghabiskan 1 buku per-minggunya, wah keren ya!
2. Budaya Membaca di Jepang
Wah negara impian banyak orang sih ini๐ gak cuman view negaranya aja yang keren tapi wawasan penduduknya juga keren aslii dah! Rasanya gak asing lagi sih ya, membaca sudah seperti mendarah daging di Jepang.
So, urusan membaca mereka udah sangat unggul. Faktanya, di transportasi umum kalian bisa lihatkan kalo mereka lebih menyukai kegiatan membaca ketimbang ngelamun? hayoo loh kerjaan siapa yang suka ngelamun kalo lagi dijalan๐๐.
Oh iya ada yang unik nih, Budaya Tachiyomi yaitu membaca gratisan sambil berdiri. Toko-toko disana itu ada loh yang menyediakan buku secara gratis, lu tinggal baca doang gitu๐.
Ehm apa lagi nih kira-kira budaya lainnya?
Khususnya di sekolah, mereka ada semacam rutinitas membaca 10 menit sebelum masuk kelas bahkan sejak SD, patut ditiru nih! Adapun perpustakaan besar yang terkenal disana letaknya di Kota Tokyo antara lain, Tokyo Metropolitan Central Library, Akasaka Library, dan lainnya.
3. Budaya Membaca di Amerika Serikat
Salah satu negara maju yang sangat terkenal dengan kemahirannya disegala bidang ini, tentu tidak akan bisa didapatkan tanpa adanya usaha untuk membiasakan budaya yang baik seperti membaca. Di Amerika, dalam satu tahunnya, rata-rata mereka yang berusia 18 tahun ke atas bisa menghabiskan 11–20 buku dalam setahun!
Lah kita? scroll sosmed seharian sih tahan ya๐.
Gimana ya budaya mereka bisa se-WAW itu dengan membaca?
Sejak kecil anak-anak disana sudah didekatkan dengan buku, guys. Layanan toko buku pun sangat nyaman bahkan beberapa toko buku menyediakan ruang kecil untuk ngopi sambil baca buku gitu. Jadi gak boring kan ya๐.
Kebanyakan toko buku di negara kita itu khusus untuk beli doang kan? Nah, kalo di sana tuh bisa sekedar baca aja juga gapapa plus harganya relatif murah. Perpusnya gimana tuh di sana? Perpustakaan tentu mudah diakses karena ada di setiap kota.
Yuk, tertarik kesana? Ajak aku yaa wkwkk
Melihat negara-negara tersebut, kita harus jauh lebih baik lagi nih soal 'membaca'. Kegiatan membaca memang seperti hal yang sepele dan belum benar-benar di upayakan negara kita, namun sebagai penduduknya kita coba bantu yuk dengan mencicil bacaan, rajin ke perpustakaan, memperkenalkan literasi ke adik-adik atau anak-anak kelak, membuat list atau jurnal tentang rutinitas membaca setiap harinya dan masih banyak cara lainnya๐
Itu dia beberapa negara yang udah ku ceritain diatas ya, barangkali kalian punya gambaran negara lainnya drop di kolom komentar aja!
See you di blog selanjutnya,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Comments
Post a Comment