Assalamu'alaikum teman-teman semua, piye kabare? Apik ? Alhamdulillah, semoga sehat dan semangat selalu.
Biasa kita bertemu lagi ditempat ini, dengan orang ini lagi wkwk, dengan rasa yang sama *eh. namun dengan topik yang berbeda hehe.
Kalian lagi apa? Kalau diriku sendiri lagi nulis heheee *haduh masih garing wkwkwk.
Jadi begini, setiap judul yang kutulis jadi bahan celoteh di blog ini hanya buah dari ingatan sepintas saja, gak ada maksud buat direncanakan. Jadi mohon maaf kalau terlalu garing, membosankan atau membuat kalian tertawa sendiri hahahaha horor.
Kenapa bahas judul ini? Be yourself.
Hmm coba apa menurut kalian maknanya?
Oke kalau nunggu kalian semua menjawab, gk selesai nanti ini celoteh hehe. Jadi izinkan saya mendahului ya.. Boleh? Baiklah ada sekitar 70% menolak.
Be yourself, kita memang perlu yang namanya identitas. Sebagai pelajarkah atau yang lainnya. Karena dengan begitu akan sedikit membantu kita untuk tetap melakukan segala sesuatunya pada koridornya. Ngerti? Oke. Jadi dengan mengenal diri sendiri itu kuncinya.
Memang belum bisa mengenal sepenuhnya tapi cobalah sedikit demi sedikit mencari apa yang sebenarnya yang memang benar-benar kemampuan yang kamu miliki yang udah diberikan oleh Tuhan.
Terkadang, sering terbawa arus yang membuat diri lupa akan satu hal bahwa segalanya yang ada dan yang akan ada hanyalah sebuah titipan. Lupa diri berarti juga lupa pada yang menciptakan diri, astaughfirullah.
Menempatkan diri dengan sebaik mungkin, agar tak terpengaruh pada hal yang buruk. Bagaimana caranya?
Mencoba dan berusaha menghindari apa saja yang sifatnya berlebihan.
Karena berawal dari yang berlebih akan menular ke hal lainnya juga.
Makan, minum secukupnya.
Marah, sedih, bahagia sewajarnya.
Kira-kira begitu.
Lalu, belajar menghargai waktu. Diri ini perlu diingatkan, perlu dimarahi dalam artian dipaksa untuk tunduk taat pada aturan Tuhan. Memangnya situ tahu kapan meninggalkan dunia? Enggakkan? Nah itu sebabnya bahkan waktu tak akan pernah mampu menjawab pertanyaan itu.
Mengisi waktu dengan hal positif, baca buku misalnya. Membagi waktu juga perlu, agar apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik pula.
Kita juga dihadapkan oleh banyak godaan. Apalagi anak muda wkwkw sok masih muda mah bebas yak.
Iya anak muda, masih suka terpengaruh, suka kepo, dan masih banyak lagi. Tapi kembali lagi sadarkan diri. Dimana tempatmu? Kemana langkah yang baik untuk nanti kamu persembahkan bagi kedua orang tua ketika diakhirat kelak? Pikirkan baik-baik. Hidup memang penuh warna, namun bukan dengan sembarang warna.
Berusaha membagi waktu, mencoba menganalisis prioritas *bahasamu nduk. Mengembangkan bakat atau hobimu, berkumpul dengan orang-orang yang mampu membawa ke arah yang baik, memilah mana yang baik untuk dilihat, didengar dan dirasa *eaaak.
Be yourself
Be the best
Jadi yang terbaik bukan berarti mematahkan atau bahkan merampas hak orang lain.
Ingat jadilah diri sendiri, jangan pernah mengomentari hidup orang lain, kita tak pernah tahu seberapa sulitnya mereka diluar sana berjuang untuk kembali dan terus kembali membaca arah yang baik.
Hidup akan indah jikalau kita tak akan pernah mengejek, merendahkan atau meremehkan orang lain yang bahkan orang itu belum pernah kita temui apalagi yang ada dihadapan?
Itulah seringnya diri ini lalai, karena tak berpegang erat pada pedoman hidup. Tetaplah berusaha ya teman, kalian gk sendiri ada Tuhan yang selalu siap sedia menunggu dan menjawab setiap keluh kesah dan bahagianya dirimu.
Teruntuk yang sedang berjuang dalam hal apapun, tetaplah berjuang dengan caramu.
Be yourself, Be the best.
Jangan berfikir bahwa dengan merubah diri menjadi seperti orang lain, itu akan membawamu mudah menggapai mimpi, tapi hanya akan menjadi sebuah ilusi.
Percaya pada diri, bahwa kalian bisa.
Do'a, usaha serta tawakkal kepada Allah swt.
Terima kasih sudah membaca celoteh malam ini, maafkan daku tidak menyediakan suguhan apa-apa, tapi percayalah bahwa perjuangan butuh tenaga wkwkwk so, makan aja kalo laper yak. Good night friends wassalamu'alaikum.

Comments
Post a Comment