Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Alhamdulillah..
setelah melewati banyak peristiwa dan cerita, kita masih bisa berjumpa walau
hanya lewat kata😀. Dikarenakan sebentar lagi kita menyambut bulan suci yang penuh
berkah, blog ini akan hadir setiap hari, Insyaa Allah. Buat pembaca, selamat
menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1441 Hijriyah🙏
Hari ini bahas apa ya??? Oh iya, kalian pernah denger gak ada yang ngomong begini: “Wah kamu beruntung banget ya bisa jadi begini, eh kamu beruntung ya hidup enak, eh kamu iya.. iya kamu ajaaa *maksa wkwkwk” kalau udah pada denger, sama aku juga dan terlampau sering kata itu diperuntukkan bagi diriku sendiri. Terlepas apa alasan mereka mengatakan hal itu, aku selalu berusaha untuk menyadarkan diri bahwa semua yang terjadi sudah ditetapkan oleh-Nya lebih dulu. Dalam hidup ini, memang tidak semuanya bisa kita tebak secara langsung, termasuk kejadian yang sedang dialami oleh hampir seluruh negara yang ada didunia saat ini, COVID-19.
Oke, kita gak mau bahas tentang virus yang udah cukup tenar dan mendunia ini. Lebih baik kita perbaiki diri, intropeksi, berkarya dan perkaya membaca hal-hal yang positif.
Selamat membaca..
Kehidupan
kini semakin kian mencekam, sadar gak? Kita sudah terlampau jauh bahkan sangat
jauh dari keheningan dan kesunyian yang mendamaikan. Seperti apa? jernihnya
sungai dan air mengalir hingga udara bersih tanpa asap yang membawa kita
terseret pada lingkar tindakan diluar batas. Duduk sejenak saja mengingat sang
pencipta.. rasanya sekedar ingat saja, bekerja dengan begitu luar biasa tanpa
membaca situasi disekitarnya, makanan sisa jauh lebih baik untuk diberikan
bukan malah membelikan. Sampai disini paham?
Ya disini aku hanya mencoba menggambar wajah dunia yang makin hari dihiasi dengan beragam wajah pula. Mungkin bumi sudah cenderung bosan melihat tingkah laku kita. Tapi ini hanya menurutku saja, jika menurutmu berbeda atau ingin menyampaikan sesuatu silahkan tulis dikolom komentar ya *heheheee.. oke, lanjut.
Kekayaan hati menjadi obat bagi setiap cerita hari ini. Tidak banyak yang tersadar, tidak pula yang sedikit untuk bersyukur. Apa arti diri ini tanpa kuasa-Nya? Apakah kehadiranmu tanpa sebab-Nya? Dan kemana semua akan berpulang? Persiapkan diri untuk melewati serangkaian pertemuan menuju pada-Nya. Jika kita bisa memahami dengan hati dan fikiran yang tenang, setiap kejadian yang sekarang kita alami bukanlah suatu kebetulan melainkan sebuah pelajaran.
Menurut Prof Quraish, Siapa pun harus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT, tetapi harus disadari pula bahwa kehendak Allah terjadi tidak secara sewenang-wenang. “Kita masih diperintahkan untuk berusaha. Salah satu usaha itu adalah do’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala” kata ulama tafsir yang dianugerahi Bintang Tanda Kehormatan Tingkat Pertama bidang Ilmu Pengetahuan dan seni dari Pemerintah Mesir itu.
Perihal pentingnya do’a, Allah telah menyatakan dalam Surat Al-Furqon ayat 77. Artinya: “Katakanlah (Muhammad kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena do’amu. (Tetapi bagaimana Dia mengindahkan kamu), padahal sungguh kamu telah mendustakan (rasul dan al-Qur’an)? Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu).”
Begitu juga hadits Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa takdir tidak akan berubah kecuali dengan doa. “La yaruddul qadara illad du’a.” Artinya, “Tidaklah merubah suatu takdir melainkan doa.”
“Bencana jatuh dari langit. Doa naik membumbung ke atas. Doa bertemu dengan bencana, bisa jadi bencana dialihkannya sehingga tidak turun ke bumi. Bisa jadi juga diperlemah kejatuhnya sehingga dia jatuh bagaikan di atas tumpukan jerami. Oleh karena itu doa sangat dianjurkan,” terangnya.
Kemudian hal yang sama juga dikatakan oleh Mustasyar PBNU KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menyatakan, sebagai sebuah pelajaran, keberadaan Covid-19 telah membuat orang-orang yang sebelumnya sibuk dengan dunia, mendadak menjaga jarak dengannya. Menurutnya, kehadiran virus ini seharusnya cukup untuk menghancurkan kesombongan dan keangkuhan siapa pun baik dalam hal kekayaan, kepintaran, maupun kekuasaan. Hal ini juga mestinya mengingatkan manusia yang mengemban tugas sebagai khalifah, yakni mengatur dan merawat bumi. [dikutip dari Twitter @nu_online]
Nah gimana temen-temen?😅 Udah sedikit sadar belum akan pentingnya menjaga alam ini, barangkali kita pernah melakukan kesalahan yang merugikan orang lain bahkan tidak hanya manusia namun berdampak pada alam? Kita sebagai generasi muda saat ini, yuuk berbenah diri jangan sampai meniupkan bara api kepada saudara kita sendiri, menebarkan isu negative, membully, apalagi membuat berita hoax. Karena, kita tidak pernah tahu seberapa besarnya dampak dari hal-hal kecil yang kita lakukan yang sebenarnya dari hal kecil itu bisa menjadikan sebuah bencana besar. May Allah SWT make it easy for us. Aamiin.
Sedikit kata
penutup boleh? Boleh dung yaaa😂😂😂
“Jadilah seperti rintik hujan, yang tak pernah
bertanya kemana hendak dijatuhkan namun tetap menghadiahkan tanah yang subur
bagi manusia.”
Sekian A Little Note From Me To You Edisi
hari ini..
Jangan lupa kalau kalian ada blog juga,
lampirkan dikolom komentar ya, see you
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
Ngefans dah
ReplyDeleteEAAAK (bisa ae guuuus)
ReplyDelete