Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh...
Haloooo…
halooooo….. bandung *eh. Selamat malam temen-temen. Semoga sehat selalu dan
tetap semangat dimana pun berada. Oh iya masih ingat ini puasa yang keberapa? Tanggal berapa?
Tahun berapa? Jangan sampe lupa dikarenakan terlalu lama dirumah otaknya ikut
beku kaya es batu. Oke lewatkan. Malem ini dengan sedikit kendala jaringan dan
hal-hal lain yang tidak bisa dijelaskan karena memang absurd wkwkwkwk. Dan AKHIRNYA
ku rindu menulis disini *maap. Btw, inget ga ini hari peringatan apa?
yupssss.. bener iya bener, wahhhh pinter ya kalian. Hari Pendidikan Nasional
2020.
“Pendidikan”
apasih yang ada dibenak kalian kalau baca dan denger kata itu? Excited gak? Penasaran
gak? Atau malah dibalik, gak penasaran dan gak excited? Oke apapun itu adalah
pendapat kalian masing-masing. Namun disini aku akan memaksa kalian buat mikir
tentang pendidikan hehehe..
Kali
ini, pembahasannya memang sedikit berat tapi dibawa ringan aja ya soalnya ini
blog bukan artikel atau karya ilmiah😂 Selamat membaca dan jangan lupa
minum+cukup istirahat😚
Hari
pendidikan, mungkin ada banyak gebrakan yang dibuat oleh kalian semua, mulai
dari bergerak dengan kegiatan mengajar, melihat cuplikan tayangan sejarah
pendidikan, makin bersemangat belajar dan mengajar, hingga hal terkecil yaitu menulis caption terbaik beserta pamflet
ucapan perayaan untuk update disosmed *iyeeekan?. Bebas sih ndak ada larangan
berekspresi dan berkarya selama hal itu positif. Namun dibalik semua perayaan
tersebut ada banyak pelajaran yang kita dapatkan disaat kondisi seperti ini
melalui pendidikan, mau tahu kelanjutannya??? Yuuk lanjut baca.
Mungkin
soal sejarah pendidikan, kalian lebih jago dari diriku. Bagi yang ingin sekali
tahu sejarahnya search aja ya atau baca buku sejarahnya jangan dibiarin berdebu
*jlebb. Kalau pun aku share disini sejarah semuanya bisa berlembar-lembar aku takut kalian kabur dan gak mau
mampir ke blog ini lagi😂😂😂
Kita
tahu bahwa pahlawan terdahulu bahkan para ulama sangat tekun dan santun dalam
menuntut ilmu, belajar dengan guru, serta belajar menerapkan kedalam kehidupan
sehari-hari, lalu bagaimana dengan kita kini? Belajar udah enak semuanya, motor
udah ada, gadget apalagi. Bersyukur bisa punya laptop juga. Tapi apakah udah
digunain dengan maksimal? Jawabannya ada dihati kalian.
Hal
tersebut yang kita rasakan kini adalah sebagian harapan bagi mereka yang belum bisa mencicipi bangku sekolah atau perkuliahan.
Mereka tetap semangat belajar dimanapun berada biar sekalipun harus bertaruh
nyawa melintasi medan yang dirasa seperti berjuang dinegeri sendiri. Miris namun
itulah keadaannya. Lagi dan lagi kita harus tetap bersyukur dan memberikan
bantuan terbaik kita untuk mereka juga dengan cara masing-masing😇
Btw
kita kembali ke progress kalian selama belajar dirumah apa aja nih? Mungkin ada
yang buat karya tulis, puisi, rajin olahraga *bolakbalikin buku (olahmata bukan
olahraga hahaa), pinter masak, ada yang cari kerja online, dan masih banyak
lagi. Dari sekian aktivitas kita selama dirumah tidak jauh dari yang namanya
pendidikan, iya ya? Iya dong, semua yang kita lakuin itu bagian dari
pendidikan. Pendidikan itu sendiri terbagi banyak macemnya, ntah itu dalam
bentuk tugas yang diberikan oleh guru/dosen dan perhatian yang diberikan oleh orang tua
kita sendiri😍
Dari
hal tersebut kita dapat 2 point : Pendidikan yang diberikan oleh orang tua dan
guru. Apa yang dapat kalian lihat dari hal tersebut? Kerjasama. Ya orang tua
dan guru menjadi lebih bekerjasama satu sama lain. Mendidik dengan sistem yang
sedikit berbeda dengan biasanya. Mereka sudah cukup berusaha dalam
memaksimalkan pembelajaran dengan segala macam metode yang ada dan jangan salah
mereka juga bekerja lebih keras selain mengajarimu dia juga memiliki putra
putri yang juga harus dia berikan pendidikan. Begitupula orang tua kita dirumah
jadi lebih banyak waktu bersama kita, mereka juga mengajarkan pendidikan walau
itu gak kalian rasakan secara langsung atau memang kalian gak peka *hmm.
Ada
sedikit pelajaran yang didapat malam ini dari hasil riset menonton acara tv
dari siaran kemdikbud wkwkwk. Disana pak Nadiem berpesan bahwa pada intinya itu
yang aku tangkep pendidikan itu membawa banyak warna dan harus punya prinsip yang kuat pula
untuk menghadapinya. Seperti apa? seperti kondisi saat ini. Semua pengajar
harus mampu dan diusahakan bisa menggunakan berbagai macam fitur yang tersedia
demi mendukung pembelajaran daring. Prinsip yang beliau katakan untuk para
tenaga pengajar : Mau Mencoba, Bertanya dan Berkarya😊 Itu ditekankan beliau
agar para pengajar mampu dengan semaksimal mungkin tetap mengajar walau dari
rumah.
Seperti
kita ketahui, pendidikan di Indonesia belumlah sepenuhnya dikatakan sempurna,
ada banyak rintangan yang dihadapi. Bahkan dibalik tekhnologi yang kita rasakan
selama belajar tak sepenuhnya dirasakan bagi mereka yang mencari makan saja
masih harus bersusah payah. Beberapa hari yang lalu, nonton tv ada guru yang
dengan ikhlas dan sabar harus mengajar kerumah-rumah siswa yang cukup berjauhan
lantaran para siswa belum memiliki hp atau tekhnologi pendukung lainnya. Semoga
beliau dan para pengajar yang seperti itu diberikan kemudahan dan keberkahan
selalu, Aamiin.
Pola
pikir kita sebagai muridnya bagaimana? Ya kita harus taat, berbakti sama orang
tua kedua kita yaitu guru kita. Disaat seperti ini kita, guru, orang tua,
pemerintah sekalipun harusnya saling mendukung satu sama lain dengan tugasnya
masing-masing. Untuk para pengajar kalian adalah orang-orang yang dicintai oleh
murid-muridmu dan disayangi oleh Tuhan. Jangan pernah patah semangat, situasi
ini akan kita lalui bersama. Bagi para guru, inilah saatnya untuk bisa
mengeksplore kemampuan dalam menggunakan teknologi, berinovasi dan membuat
suasana belajar tetap nyaman bukan malah kejar target hingga melupakan perasaan
muridnya yang kelimpungan mikirin tugas, boleh memberi tugas namun dengan skala yang “normal”😁
Kalau kata pak Nadiem, tugas tidak melulu sama setiap orangnya, karena
karakternya juga berbeda ada yang kuat secara individu ada yang berkelompok
pula. Jadi se-kreatif mungkin dibuat, bisa juga para guru saling bertukar
pendapat (istilahnya nyontek metode kesesama guru gapapa kok, asal bukan seperti mencontek para muridnya saat ujian wkwkwk).
Bagi
orang tua kita, mereka menjadi lebih banyak waktu dirumah. Masak bareng, nonton
bareng, hampir semua hal dilakukan bersama, dan itu bisa mendidik karakter kita
untuk lebih terbuka, dekat dengan orang tua. Tanpa terkecuali untuk yang jauh
dari rumah, seperti anak kost bersabar ya dan berkabar via online serta do’akan
selalu orang tuamu.
Pendidikan,
bukan mengejar seberapa pintarnya kamu namun bagaimana kamu mampu berbuat baik
dan bermanfaat terhadap sesama. Justru semakin kamu banyak belajar, semakin
tidak tahu. Tidak tahu akan banyak hal yang belum kamu ketahui. Dari sinilah
kita sadar, bahwa gak ada ilmu yang patut disombongkan dan gak ada gelar yang
harus dibangga-banggakan. Namun bersikaplah dengan penuh rasa kemanusiaan. Contohkan
bagi generasi mendatang bahwa mereka harus percaya untuk bisa melakukan hal-hal
kecil menjadi bermanfaat. Ajarkan akhlak yang baik disertai dengan ilmu. Seorang
guru ingin muridnya ontime, tapi dianya selalu telat? what's your opinion? Itulah bedanya
jika didalam Islam, setiap lini kehidupan mesti diisi dengan kebaikan yang
berawal dari kebiasaan. Mari eratkan kembali prinsip-prinsip Islami, yang bukan
hanya mementingkan pribadi.
Berdiskusi,
ikut kajian dan hal positif lainnya yang membangun karakter lebih baik itu yang
mesti dilakukan. Mungkin dihari pendidikan ini ada banyak polemik yang masih
terjadi. Wajar ataukah tidak? Berkacalah dahulu pada diri sendiri sudahkah
menerapkan nilai-nilai pendidikan dengan baik? Masih mencontek? Masih males? Merasa
tidak punya tujuan? Atau pasrah dengan keadaan? Itulah gunanya saling bertukar
ide atau sekedar sharing juga bisa😉
Dari diriku yang menyukai pendidikan dan
keilmuan,
Semoga, pendidikan di negeri ini khususnya
segera pulih merata dan ingat pendidikan bukan hanya soal bangku, papan tulis
ataupun pulpenmu yang sering hilang itu (pengalaman 5x hilang pulpen dalam
seminggu) tetapi ini soal niat, karakter dan kualitas dari si SDM nya. Jikalau dari
SDM nya saja tidak bener asiknya tawuran+anarkis, kerjanya awur-awuran (tahu
awur-awurankan? Hehe), bagaimana mau mewujudkan yang katamu “pendidikan
bermoral?”. Hmm.. tidak ada yang instan dan mudah untuk melakukan sesuatu
dalam waktu singkat. Namun segala upaya yang bisa dilakukan, maka lakukanlah. Seperti
gerakan yang dilakukan salah satu organisasi ‘FoSSEI’ Forum Silaturrahim Studi
Ekonomi Islam. Melalui mereka semua didapatlah ide dan suara yang menyuarakan
kurikulum Ekonomi Islam dalam sepucuk surat untuk pak Menteri Pendidikan dinegeri ini. Semoga bisa menjadi tambahan refresh otak biar mikir dan gak jadi
pasif.
Sekian sesi celotehanku, tapi mirip
curhat ya😂 Sampai jumpa di blog selanjutnya👋
Boleh tinggalkan komentarmu mengenai
pendidikan yaa dibawah ini👇
Thank you akang, teteh, kakak, abang, adek semuanya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
Musti berguru nih sama kak Dina. Tulisannya di blog buanyak banget. Semangat ya kak nulisnya :)
ReplyDeleteWkwkwk aiinun bisa juga atuh. Ketik aja apa yang pengen diketik poles sedikit jadilah sebuah tulisan.
ReplyDeleteSama" masih belajar:)