Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, temen-temen semuaaa
Long time no see *huhuuuu
Alhamdulillah, bisa jumpa lagi ya diblog ini yang udah cukup bersawang.. Eh tapi tenang udah di kasih desinfektan biar kalian gak kena corona.
Wabah corona emang lagi traveling kemana"
Jauh maennya sampe anak keturunan jawa ini hidup nomaden, dari zoom ke google meet ke WA ke twitter ke... Kemana lagi ya? Banyak pokoknya, natap laptop pun sampai lebaran wkwk
Oke cukup.
Dikarenakan blog ini sudah menemani selama hampir kurang lebih 2 tahun *yeeeeee
Lah terus kenapa? Cuman mau kasih tahu je.
Kenapa sih dina pilih buat blog? Mana blognya gratisan pula HAHAHH! Ya selama ndak ngambil hak orang lain, bebaslah ya hehe. Blog rasanya udah seperti rumah sendiri, bisa masuk tanpa ketok pintu dulu. Bisa nulis itu udah membuatku bahagia:)
Oh iya kalau remaja seumuran ku yang hampir menginjak 20 tahun eh 21 ini, memaknai bahagia itu apasih???
Kalian ada lihat kabar di media gak yang kemarin ituuu ada segerombolan anak-anak yang ngebully seorang anak, adakan? Ada ya.
Nah itu kayanya kebahagiaan bagi mereka, tapi bahagia yang menjerumuskan ke perbuatan yang tidak disenangi Allah. Inget ya tidak disenangi Allah.
"Bully" ini bener bener mengingatkan dina sewaktu jaman SD. Tepatnya sih bukan bullyan yang dina rasakan tapi lebih ke sebuah tekanan. Jadi nih sedikit cerita ya, dulu waktu kelas 3 SD dina tu sering di suruh" gitu (ni anak emang polos dari kecil sampe sekarang hahahahah) . Jadi ya itu disuruh beli ini beli itu padahal kan dina juga banyak yang mau dikerjain. Dari kantin, kadang disuruh keperpus, disuruh ambilin buku, beliin minum, bahkan ni ya disuruh ngerjain tugasnya hampir setiap minggu. Dan itu semua kerjaannya salah satu temenku, sekarang udah baikan kok wkwk walau dulu itu sampe nangis dan kami berdua dipanggil guru buat maafan didepan temen sekelas *jleb.
Nah dari sedikit kisah itu, kita ndak pernah tahu rasa trauma atau tekanan yang dirasakan sama seseorang atas bullyan kita. Apalagi ngebully nya itu sampe ngerendahin orang itu. Itu ndak boleh ya jangan pernah dilakukan.
Memangnya buat apasih bully dengan niat merendahkan orang lain? Menekan sampai membuat kebahagiaan bagi diri pribadi??? So crazy!
Kita diajarkan oleh agama begitu pula dengan orang tua untuk jangan mengolok-olok seseorang, kita sebagai ciptaan Allah harus saling menghargai, menghormati, mengasihi, menyayangi. Belajarlah untuk menahan lisan agar tidak berkata buruk.
Sebenernya, bagi yang remaja remaja jaman now suka ya bully orang wkwk. Paham kok. Mungkin tadinya berniat biar akrab, biar bisa ada bahan ngeghibah (astaughfirullah). Tapi, ingat bedakan bercanda dan membully. Kita boleh ngejokes (bercanda) tapi ada batasnya jangan sampai bercanda di sisipkan bahan bullyan dan jadi keterusan.
How to be a good teenager? Bagaimana cara untuk menjadi seorang remaja yang baik?
Ayo gimana??
Menjadi pribadi yang tidak suka ikut-ikutan temen atau orang lain yang tidak dekat dengan al-qur'an.
Perubahan pada diri itu bisa dari lingkungan dan darimana saja. Ndak perlu kalian mesti ikutin cara berpakaiannya, cara ngomongnya atau semuanya. Cukup di pilah, ambil baiknya buang buruknya. Ketika kita melihat hal itu buruk dan terjadi sama temen kita atau bahkan siapapun, diingatkan. Saling mengingatkan. Karena akan terasa sendiri kalau kita jauh dari al-qur'an, hatinya akan sulit merasakan hal-hal yang kecil tapi bermanfaat. Membantu orang lain, tersenyum, mendo'akan orang yang jahat kekita. Nah ini sulit nanti dilakukan, yang ada jadinya malah balik membenci dan berakhir dengan membully. Jangan ya, kalian harus ingat orang tua yang sudah membesarkan kalian.
Poin pentingnya :
Long time no see *huhuuuu
Alhamdulillah, bisa jumpa lagi ya diblog ini yang udah cukup bersawang.. Eh tapi tenang udah di kasih desinfektan biar kalian gak kena corona.
Wabah corona emang lagi traveling kemana"
Jauh maennya sampe anak keturunan jawa ini hidup nomaden, dari zoom ke google meet ke WA ke twitter ke... Kemana lagi ya? Banyak pokoknya, natap laptop pun sampai lebaran wkwk
Oke cukup.
Dikarenakan blog ini sudah menemani selama hampir kurang lebih 2 tahun *yeeeeee
Lah terus kenapa? Cuman mau kasih tahu je.
Kenapa sih dina pilih buat blog? Mana blognya gratisan pula HAHAHH! Ya selama ndak ngambil hak orang lain, bebaslah ya hehe. Blog rasanya udah seperti rumah sendiri, bisa masuk tanpa ketok pintu dulu. Bisa nulis itu udah membuatku bahagia:)
Oh iya kalau remaja seumuran ku yang hampir menginjak 20 tahun eh 21 ini, memaknai bahagia itu apasih???
Kalian ada lihat kabar di media gak yang kemarin ituuu ada segerombolan anak-anak yang ngebully seorang anak, adakan? Ada ya.
Nah itu kayanya kebahagiaan bagi mereka, tapi bahagia yang menjerumuskan ke perbuatan yang tidak disenangi Allah. Inget ya tidak disenangi Allah.
"Bully" ini bener bener mengingatkan dina sewaktu jaman SD. Tepatnya sih bukan bullyan yang dina rasakan tapi lebih ke sebuah tekanan. Jadi nih sedikit cerita ya, dulu waktu kelas 3 SD dina tu sering di suruh" gitu (ni anak emang polos dari kecil sampe sekarang hahahahah) . Jadi ya itu disuruh beli ini beli itu padahal kan dina juga banyak yang mau dikerjain. Dari kantin, kadang disuruh keperpus, disuruh ambilin buku, beliin minum, bahkan ni ya disuruh ngerjain tugasnya hampir setiap minggu. Dan itu semua kerjaannya salah satu temenku, sekarang udah baikan kok wkwk walau dulu itu sampe nangis dan kami berdua dipanggil guru buat maafan didepan temen sekelas *jleb.
Nah dari sedikit kisah itu, kita ndak pernah tahu rasa trauma atau tekanan yang dirasakan sama seseorang atas bullyan kita. Apalagi ngebully nya itu sampe ngerendahin orang itu. Itu ndak boleh ya jangan pernah dilakukan.
Memangnya buat apasih bully dengan niat merendahkan orang lain? Menekan sampai membuat kebahagiaan bagi diri pribadi??? So crazy!
Kita diajarkan oleh agama begitu pula dengan orang tua untuk jangan mengolok-olok seseorang, kita sebagai ciptaan Allah harus saling menghargai, menghormati, mengasihi, menyayangi. Belajarlah untuk menahan lisan agar tidak berkata buruk.
Sebenernya, bagi yang remaja remaja jaman now suka ya bully orang wkwk. Paham kok. Mungkin tadinya berniat biar akrab, biar bisa ada bahan ngeghibah (astaughfirullah). Tapi, ingat bedakan bercanda dan membully. Kita boleh ngejokes (bercanda) tapi ada batasnya jangan sampai bercanda di sisipkan bahan bullyan dan jadi keterusan.
How to be a good teenager? Bagaimana cara untuk menjadi seorang remaja yang baik?
Ayo gimana??
Menjadi pribadi yang tidak suka ikut-ikutan temen atau orang lain yang tidak dekat dengan al-qur'an.
Perubahan pada diri itu bisa dari lingkungan dan darimana saja. Ndak perlu kalian mesti ikutin cara berpakaiannya, cara ngomongnya atau semuanya. Cukup di pilah, ambil baiknya buang buruknya. Ketika kita melihat hal itu buruk dan terjadi sama temen kita atau bahkan siapapun, diingatkan. Saling mengingatkan. Karena akan terasa sendiri kalau kita jauh dari al-qur'an, hatinya akan sulit merasakan hal-hal yang kecil tapi bermanfaat. Membantu orang lain, tersenyum, mendo'akan orang yang jahat kekita. Nah ini sulit nanti dilakukan, yang ada jadinya malah balik membenci dan berakhir dengan membully. Jangan ya, kalian harus ingat orang tua yang sudah membesarkan kalian.
Poin pentingnya :
1. Bersyukur kepada Allah swt.
2. Sayangi orang tua, do'akan mereka selalu meski masih ada maupun yang telah tiada.
3. Tetep jangan lupa do'akan orang-orang yang membenci kita, meski sulit, dicoba sedikit". Biar Allah nanti yang menyadarkan mereka.
4. Tinggalin apa-apa yang tidak bermanfaat, it's time to move on! Jangan biarkan kebencian membekas dihati, oke.
5. Jiwa yang sehat, diisi dengan makanan yang bergizi. Apa makanannya? selain yang kita konsumsi harus baik dan halal yaitu selalu berprasangka baik, saling mengingatkan kebaikan.
Untuk itu, Dina pribadi mohon maaf jika terdapat kata-kata yang menyinggung ataupun ada berbuat kesalahan. Minal 'aidin wal faidzin.. Mohon maaf lahir dan batin.
Kunjungi terus ya blog ini dan kalau ada saran atau kritik juga pertanyaan boleh disampaikan dikolom komentar, kita saling berbagi hehe.

Comments
Post a Comment