Rumah untuk Pulang
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Apa kabar semuanya... semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Allah SWT. Aamiin.
Alhamdulillah, senang rasanya bisa menyapa temen-temen di blog ini lagi untuk edisi tahun 2021. Tidak terasa yaaa, waktu begitu cepat berputar. Gimana keadaan kalian? Jaga kesehatan dan jangan gampang stress ya. Hadapi bersama dan terus berdo’a untuk mereka yang telah tiada dan juga kita semua agar bisa terus untuk berjuang dalam hidup.
Di series
konten sebelumnya yang berjudul “I NEED MY SPACE” menjadi salah satu
faktor hadirnya konten ini wkwkwk. Sebenernya kelupaan mau ngeblog diawal
januari tapi it’s okelah ya sekarang masih tanggal 14 (masih cukup awal). Dan
tetep mau ucapin makasih banyak buat yang udah meluangkan waktunya untuk mampir
kesini, ada beberapa yang rela chat personal WA, DM dan lainnya buat ungkapin
atau kasih respon positifnya for my blog. You’re so kind. Siapapun itu semoga
kebaikan kalian dibales sama Allah swt, aamiin.
So, masih dengan keadaan kita yang terus berjuang berdampingan dengan virus covid ini tentunya kita pasti merasakan banyak hal baru, tak terduga bahkan kebanyakan aku temuin dan rasain sendiri kesedihan yang mendalam, kehilangan sampai kekecewaan. Semua hal itu juga tetep harus dihadapi dengan senyuman. Dibalik itu semua ada kebahagiaan juga yang Allah titipkan, bersyukur kuncinya.
Teruntuk 2021 ini, aku sendiri punya beberapa misi yang tetap harus diperjuangin meskipun pada kenyataannya tidaklah mudah, ada beberapa orang yang tersisih dan rencana yang gagal. Dari hal ini kita bisa belajar bahwa dalam keadaan apapun itu ingat ada Allah. Tempat ternyaman bercerita, yang setiap detiknya terbuka untuk siapapun itu.
Disini, aku ingin kalian juga jangan hopeless ya. Ada yang lebih berat dari masalah yang kalian hadapi, ada yang lebih banyak merasa kehilangan lebih dari yang kalian tangisi, ada yang lebih ingin menjadi dirimu lebih dari kamu mengenal dirimu sendiri. Hidup itu gimana kita bisa menghidupkan diri kita biar terus hidup dalam kebermanfaatan.
Ada banyak tempat baru yang ditemui, ada banyak cerita dibalik rasa bahagianya, sedihnya dan itu yang selama ini saling kita tutupi masing-masing. Rencana dan persiapan sekeren apapun kalau belum waktunya ya ndak terjadi. Sekarang menjadi waktu yang cukup tepat buat mengistirahatkan atau sedikit menarik nafas dengan lega dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang untuk sekedar berkumpul dengan keluarga harus atur waktu dulu. Terkadang pulang itu cukup lamban dan pergi lebih awal. Rumahmu juga butuh dirimu.
Dewasa, kata orang. Apa kamu merasa sudah berada disana? Ya, titik itu akan kamu lalui jika takdirnya begitu. Ada satu lagu yang kata-katanya cukup keren dan maknanya dapet, wait ya bisa dibaca dibawah ini (kalau tahu lagunya boleh sembari nyanyi yak tapi dalem hati aja wkwkwk):
Pada akhirnya ini semua
Hanyalah permulaan
Pada akhirnya kami semua
Berkawan dengan sebentar…
Berbaring tersentak tertawa
Tertawa dengan air mata
Mengingat bodohnya dunia
Dan kita yang masih saja
Berusaha…
Kita beranjak dewasa
Jauh terburu seharusnya
Bagai bintang yang jatuh
Jauh terburu waktu…
Mati lebih cepat
Mati lebih cepat
(Beranjak Dewasa, Lagu Nadin Amizah.)
Lagu dan lirik yang indah ini mengingatkan kita untuk menjadi dewasa yang sesungguhnya. Belajar dan berusaha menikmati hidup, mengisinya dengan hal yang bermanfaat agar pulang dengan selamat. Space untuk sendiri itu bukan menjadi sesuatu hal yang aneh. Bahkan diperlukan. Melihat kembali sudah berapa jauhnya jarakmu dengan sang pencipta, seberapa lalaimu, seberapa besar yakinmu untuk menyepelekan hal-hal yang dimiliki. Manusia terkadang puar-pura lupa kalau udah lupa (ngertikan?)
Sesuatu hal baik pun bisa jadi baik atau buruk tergantung sudut pandang yang melihat, apalagi kalau memang itu suatu yang buruk akan dominan yang menjauhinya. Daripada saling menjudge lebih baik intropeksi dan memahami diri sendiri.
Mungkin kita lelah mencari satu yang hilang namun lupa ada 99 nikmatnya yang tersebar dan salah satunya kita hirup, Bila kau sibuk mencari sesuatu yang tidak bisa untuk dimiliki tentu waktu kita menikmati segala nikmatnya akan berkurang.
Selagi ada, selagi diberi jangan sia-sia kan. Waktumu tidak banyak. Jangan lupa kembali. Rumah untuk pulang.
Terima kasih sudah menemani berjuang, semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

๐๐๐๐
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
Delete