![]() |
| Google.com |
Apa kamu sudah benar-benar produktif??
Assalamu'alaikum semuaa.. Alhamdulillah balik lagi nih bikin konten diblog! Oh iya, kegiatan apa aja nih yang udah dilakuin akhir-akhir ini? pasti banyak ya๐ terlebih kalau kalian masih muda pasti ada tuntutan tersendiri harus bisa ini dan itu bahkan terkadang lebih "dipaksakan" supaya terlihat keren.
TAPI HATI-HATI...
Emangnya kenapa? salah ya kalau banyakin kegiatan?
Bukan, bukan gitu gaisss
Oke oke kalau gitu kita jelasin dulu ya satu persatu, stay disini jangan kemana-mana.
Sebenernya, kalian tahu gak sih PRODUKTIF itu apa??
Makna produktif di KBBI adalah: bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar). Namun, perlu dan sangat penting kalian ketahui, menghasilkan yang dimaksud itu juga harus seimbang dengan KUALITAS, paham?
Jadi, setiap apapun yang ingin kalian lakukan cobalah untuk diuji coba, difikirkan berulang kali bilaperlu riset terlebih dahulu. Buat apa? biar kalian memahami diri kalian sanggup atau tidak, bisa atau tidak dan makin menghambat kerjaan lain atau tidak!
Sering terjadi pada kasus bahwa seseorang lebih sering melakukan sesuatu karena ego dirinya sendiri yang mengarah pada hal negatif. Contohnya ingin dipuji, terlihat keren, ambisius tidak mau kalah dari orang lain sampai memaksa diri untuk melakukan hal yang tanpa sadar ga bermanfaat atau berdampak baik buat tubuh maupun kehidupan kalian. Miris, bukan?
Nah, disini aku tertarik bahas produktif ini agar kita bisa sama-sama melakukan aktifitas banyak ataupun sedikit dengan tetap memperhatikan kualitas diri. Semakin baik dan banyak faedahnya atau cuman iseng-iseng aja?
Bahkan nih ya, ada sebuah penelitian dari Guy Winch, PhD, penulis Emotional First Aid: Practical Strategies for Treating Failure, Rejection, Guilt and Other Everyday Psychological Injuries, yang dikutip oleh situs Health, 'ketika suatu hal memerlukan perhatian dan produktivitas, maka kinerja otak pun terbatas'. Coba bayangin, satu hal aja harus punya fokus yang lebih apalagi lebih dari dua sekaligus?๐ฆ
oke next ya...
Mari kita bedah lagi apa aja contoh produktifitas palsu yang sering dilakukan:
1. Multi-tasking. Seperti penjelasan diatas tadi, bahwa sudah ada penelitian yang bilang kalo produktif itu menguras tenaga dan fikiran, artinya fokus berlebih. Jadi, kalau ditekan, di-push diri untuk mengikuti semua kemauan bakalan ga maksimal nantinya. Otak akan mudah lelah, tubuh ga fresh.
Padahal kita bisa menyiasatinya dengan mengerjakan tugas atau kegiatan yang banyak itu dengan cara dikerjakan satu persatu bukan sekaligus dalam satu waktu! Multi-tasking itu perlu konsep juga, jangan cuman belanja aja yang dikonsep tapi tetep aja beli barangnya ga sesuai rencana yang ada kantong kering๐๐
2. Perfectionism. Sifat ini tentunya ada pada tiap diri seseorang. Ga salah sih sebenernya, cuman nih ya kalau kalian diem ditempat dan kelamaan fokus disana bisa-bisa kerjaan yang lain makin mundur selesainya๐ misal nih ya, kamu ada tugas bikin PPT terus sibuk ngeditin gambarnya doang sampe-sampe dua jam lebih cuman berkutat disana, sayangkan?
Jadi, fokus itu bukan seperti itu ya gais. Fokus itu memperhatikan apakah hal tersebut memiliki value yang penting? PPT itu yang pentingnya adalah isi bukan gambarnya, walaupun gambar juga dilihat sebagai daya kreatifitas tapi bukan disana pointnya dan malah jadi buang-buang waktu.
3. Pushing yourself. Menyemangati diri dengan mendorong sampai menekan bukan membuat makin produktif tapi jadi lebih kepaksa dan kurang enjoy melakukan suatu pekerjaan. Pura-pura kalau tubuh sanggup kerja sana sini, ga mau istirahat karena takut ga produktif! hadehh.. kumaha atuh. Bukan gitu konsep naa. Istirahat mah tetep dibutuhin, karena kalian bukan robot๐
pusing ya liat 3 hal diatas, pernah mikir gitu juga ga? wkwkwk
sini kita selesaikan biar ga termasuk ke dalam 3 sifat itu, CARANYA?
1. Be mindful with your time. Kalian ga perlu harus sedemikian rupa sempurna dalam segala hal, harus ikut semua rapat, mengerjakan tugas yang banyak dalam sekian detik (Dewa kali ah wkwkwk) atau fokus dihal yang ga penting. Justru ambilah momen yang bermanfaat dan berdampak besar buat hidup kita dengan tetap menjaga kesehatan diri sendiri.
2. Track your progress objectively. Ga sadar sama apa yang harusnya jadi value atau tujuan dari apa yang akan dikerjain. Belajar berjam-jam justru ga baik juga, harus imbangi dengan kegiatan lain. Sama halnya dengan bermain hp berjam-jam juga apalagikan? mending kamu buat progres perhari, udah berapa halaman buku yang dibaca? berapa kosakata asing yang didapat? tugasnya udah dicicil belum? intinya dibagi kerjaan rumah, kampus, dan lainnya
3. Get rid of bad habits. Kebiasaan emang susah ya kalau mau dihapus gitu aja hehee. tapi kalau diusahain pasti bisa kok! Coba tulis apa aja kebiasaan buruk yang sering dilakuin terus coba satu persatu dikurangin dan diganti sama kebiasaan yang baik.
Misal, hobi makan makanan junk food seminggu hampir 3x, ya ganti dengan kurangin mungkin bisa 1x aja terus selebihnya olahraga yang cukup, bikin infused water, dan masih banyak lagi. Keseringan main medsos tapi ga ada tujuan terus berjam-jam juga merusak semua planning, karena ga kerasa 3 jam maen medsos dibandingkan sama baca buku wkwkwk betul ga?
Sampai disini, pahami dan seleksi lagi apa kegiatan yang udah kamu lakukan masih menguntungkan? atau cuman buang-buang waktu?
Semoga bermanfaat ya dan tulisan ini juga inspirasi dari blog lain yang ku baca yaitu dari seseorang namanya Lisa dan hasil search google juga hihii.
Oh iya, kalian juga bisa sharing dikolom komentar ya
terima kasih juga udah setia mampir ke blog ini๐
Wassalamu'alaikum.

Best of artikel
ReplyDeleteThanks gus, fighting!
Deleteur ma inspirations
ReplyDeletethanks fika, ur ma best friend
DeleteSebagai blogger juga dituntut produktif, tak hanya bekarya tapi juga kualitasnya perlu diperhatikan ya.
ReplyDeleteMerefleksikan artikel di atas :)
wah mantepp, good.. terima kasih
Delete